Penulis: Sigit Dwi Riskiyanto Langkah-langkah itu datang dari arah yang tidak sama. Ada yang berangkat sejak fajar masih ba…
Baca selengkapnyaOleh: Sigit Dwi Riskiyanto Lampu - lampu kota menyala seperti do'a yang tak pernah khusyuk. Terang, tapi berisik. Dari l…
Baca selengkapnyaOleh: Sigit Dwi Riskiyanto Subuh baru saja menyibak langit Pesantren An-Najjāh. Cahaya pertama subuh merayap melalui sela de…
Baca selengkapnyaOleh: Muhammad Fayruz Zamzamy Distrik Burung Hias, 11 Agustus 2275. “MAA... TABLET HOLOGRAMKU KOK NGGAK ADA YAA?” Jeritku …
Baca selengkapnyaOleh: Sigit Dwi Riskiyanto "Jalan sunyi itu kini menetes dari huruf demi huruf yang kupijakkan di layar. Mungkin begini…
Baca selengkapnya