Totalitas Panitia FUD Faiir 2026: Kajian Nasional Sukses Digelar Penuh Antusiasme
Suasana penuh khidmat dan antusias menyelimuti pelaksanaan
Kajian Nasional FUD Fair 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu, 9 Mei 2026,
bertempat di Gedung Lantai 5 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.
Acara yang dipersiapkan secara maksimal oleh seluruh panitia tersebut berjalan
dengan lancar dan meriah sejak pagi hari.
Kegiatan resmi dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB yang
dipandu oleh Master of Ceremony (MC). Dengan penuh semangat, MC membuka
rangkaian acara dan mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan
tertib serta khusyuk.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa tawasul yang dipimpin
oleh Hermansah selaku salah satu dosen Institut Al Fithrah Surabaya. Suasana
tampak hening dan penuh kekhusyu’an ketika seluruh peserta bersama-sama
memanjatkan doa demi kelancaran acara dan keberkahan ilmu yang akan diperoleh.
Setelah itu, seluruh peserta berdiri untuk menyanyikan lagu
Indonesia Raya dan Hymne Institut Al Fithrah sebagai bentuk penghormatan
sekaligus penanaman rasa cinta terhadap tanah air dan almamater.
Memasuki pukul 08.16 WIB, acara dilanjutkan dengan lantunan
ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Mujib Murtadho. Murottal tersebut
menambah suasana menjadi semakin syahdu dan menenangkan hati para peserta yang
hadir.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Pelaksana, M. Rico
Al kurniawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga fokus dan
kesungguhan selama mengikuti kajian nasional berlangsung. Menurutnya, perhatian
dan keseriusan peserta menjadi kunci agar dapat memahami serta menangkap
pelajaran dan hikmah yang akan disampaikan para narasumber.
Pada pukul 08.37 WIB, acara semakin menarik dengan
penampilan musikalisasi puisi serta syarhil Qur’aniyang dibawakan oleh panitia
yang bertugas. Penampilan tersebut berhasil memukau para peserta dan membangun
suasana haru sekaligus semangat di tengah peserta yang hadir.
Memasuki pukul 09.00 WIB, acara dilanjutkan dengan agenda pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang telah diselenggarakan dalam rangkaian Event FUD Fair 2026. Suasana bahagia dan penuh semangat tampak menghiasi wajah para peserta yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai cabang perlombaan.
Agenda inti yakni Kajian Akbar Nasional FUD Fair 2026
dimulai pada pukul 09.13 WIB dan dipandu oleh moderator Ahmad Yusup S. Ag.
Sebelum kajian dimulai, moderator terlebih dahulu memperkenalkan para
narasumber beserta riwayat singkat mereka sebagaimana yang tercantum dalam curriculum
vitae (CV).
Kajian nasional dibuka oleh narasumber pertama, Abdur Rosyid
M. Fil. I yang menjabat sebagai Rektor Institut Al FIthrah. Dalam kajiannya
yang merujuk pada Kitab Muntakhabat Juz 2 karya Syaikh Achmad Asrori Al-Ishaqi,
beliau menyampaikan pentingnya memohon keyakinan dan keselamatan kepada Allah
SWT. Menurut beliau, keyakinan merupakan bagian penting dari iman. Bahkan dalam
salah satu hadis disebutkan bahwa umat Nabi Muhammad SAW memiliki keyakinan
yang lebih hebat dibandingkan umat-umat terdahulu.
Selain itu, Abdur Rosyid juga menjelaskan beberapa kategori
tawakkal dalam berobat. Ada orang yang berobat namun hatinya tetap bergantung
kepada Allah sebagai pencipta penyakit dan pemberi kesembuhan. Ada pula yang
memilih tidak berobat karena takut hatinya bergantung kepada obat, serta ada
yang tetap berobat sebagai bentuk ikhtiar lahiriah. Dari penjelasan tersebut
beliau menegaskan bahwa hakikat kesembuhan tetap berasal dari Allah SWT.
Beliau juga menyinggung menyepi (‘uzlah) sebagai
sarana menjaga diri dan mendekatkan hati kepada Allah. Namun beliau menegaskan
bahwa apabila keberadaan seseorang lebih besar manfaatnya bagi orang lain, maka
meninggalkan uzlah dan tetap berkhidmah kepada masyarakat adalah pilihan
yang lebih utama.
Kajian dilanjutkan oleh narasumber kedua, KH. Ma’ruf Khazin.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai
bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya dibaca ketika sedang menghadapi
kesulitan. Beliau menyampaikan bahwa seorang muslim hendaknya tidak pernah jauh
dari Al-Qur’an walaupun hanya dengan membaca beberapa surat pendek setiap
harinya. Menurut beliau, kedekatan dengan Al-Qur’an akan menjadi cahaya dan
petunjuk hidup bagi manusia di tengah berbagai tantangan zaman. Penyampaian
beliau yang santai namun mendalam membuat peserta terlihat antusias menyimak
hingga akhir sesi.
Pada pukul 10.43 WIB, acara memasuki sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya seputar tema kajian yang dibahas. Sesi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme dari para peserta.
Sebagai penutup, acara diakhiri dengan penyerahan suvenir
kepada para narasumber sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih dari
panitia. Setelah itu, seluruh peserta, panitia, dan narasumber melakukan sesi
foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan dalam Kajian Nasional FUD
Fair 2026 yang berlangsung dengan penuh keberkahan dan kesan mendalam.
Komentar