Merayakan Harlah Ke- 10, HMP IAT Selenggarakan Kajian Tafsir Spesial Bedah Skripsi
Surabaya — Dalam rangka memperingati 10 tahun berdirinya organisasi, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al - Qur’an dan Tafsir (HMP IAT) Institut Al - Fithrah Surabaya menyelenggarakan Kajian Tafsir Spesial Bedah Skripsi pada Jumat, 28 November 2025. Bertempat di Auditorium Lantai 4 Gedung Institut Al - Fithrah Surabaya (IAF), kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Harlah ke-10 yang tahun ini mengangkat semangat penguatan budaya akademik di kalangan mahasiswa IAT.
Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh MC yang disambut hangat oleh para peserta. Suasana tampak tertib dan penuh perhatian sejak awal. Mahasiswa, alumni, hingga tamu undangan mulai menata posisi, membuka catatan, dan bersiap mengikuti seluruh rangkaian kajian. Pembacaan tawassul oleh saudara Faiksan kemudian mengalirkan suasana spiritual yang khidmat, mengawali kegiatan ilmiah dengan penuh harap akan keberkahan.
Sambutan Ketua HMP IAT, Rico Al Kurniawan, menjadi bagian penting pada sesi awal. Dalam penyampaiannya, Rico menekankan bahwa perubahan zaman dan perkembangan digital menuntut mahasiswa IAT untuk terus adaptif dan kritis dalam studi keislaman, terutama dalam bidang tafsir. Ia juga mengapresiasi kontribusi pemateri, civitas akademika, serta panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan acara. Lebih jauh, Rico menegaskan pentingnya menjaga tradisi kajian rutin sebagai pilar utama budaya intelektual mahasiswa tafsir.
Sesi inti dimulai pada pukul 09.55 WIB, dipandu oleh moderator Riatul Jinani yang memperkenalkan profil pemateri secara ringkas namun informatif. Pemateri, Sheila Al - Maulidiya, alumni Prodi IAT lulusan tahun 2025, menyampaikan materi bertema Etika Berbicara dalam Al - Qur’an dengan merujuk pada penafsiran Al Imam Ibn ‘Ajibah dalam kitab Al - Bahr Al - Madid fi Tafsir al - Qur’an al - Majid. Presentasinya menghadirkan perspektif mendalam mengenai bagaimana nilai-nilai Al - Qur’an dapat menjadi landasan etika komunikasi di era digital.
Dengan gaya penyampaian yang runtut, komunikatif, dan diselingi humor ringan, Sheila berhasil menciptakan suasana akademis yang hangat. Peserta tampak aktif mencatat poin-poin penting dan merespons penjelasan dengan antusias. Materi yang disampaikan tidak hanya menguraikan konsep etika berbicara dalam Al - Qur’an, tetapi juga mengaitkannya dengan fenomena komunikasi modern yang sering kali diwarnai distorsi makna dan penyalahgunaan kata.
Antusiasme peserta semakin tampak pada sesi tanya jawab yang berlangsung selama 45 menit. Berbagai pertanyaan kritis diajukan oleh mahasiswa dari beragam instansi mengenai etika komunikasi, metodologi tafsir, hingga tantangan perkembangan tafsir digital. Sheila menanggapi seluruh pertanyaan dengan tenang, analitis, dan penuh kerendahan hati, sehingga diskusi berlangsung harmonis dan produktif.
Menjelang akhir acara, moderator memberikan rangkuman singkat dan menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta. Do'a penutup dipimpin oleh saudara Rama, menutup rangkaian kajian dengan suasana syahdu dan reflektif. Para hadirin terlihat puas dan masih sempat berdiskusi kecil selepas acara.
Sebagai bagian dari dokumentasi, sesi foto bersama dilaksanakan hingga pukul 12.00 WIB. Peserta, panitia, pemateri, dan tamu undangan berfoto dalam berbagai formasi. Kehadiran mahasiswa dari kampus lain, termasuk dari Ma’had Aly Al - Fithrah, turut menambah semarak dan memperkaya interaksi.
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menandai perayaan satu dekade HMP IAT, tetapi juga menjadi pengingat bahwa tradisi ilmiah adalah jantung dari organisasi. Melalui kajian tafsir tematik berbasis penelitian, HMP IAT menunjukkan komitmennya untuk terus menumbuhkan budaya keilmuan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Penulis: Nurul intan zanuba & Safarna fillah
Editor : Sigit Dwi Riskiyanto
Komentar